Beranda » Artikel Blog » Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi? Ini Jawaban Ilmiahnya

Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi? Ini Jawaban Ilmiahnya

Diposting pada 22 July 2021 oleh admin | Dilihat: 575 kali | Kategori:

Hai sahabat Nganu..
Kali ini saya mau berbagi mengenai waktu terbaik minum kopi, simak ya…

Kopi sering dikaitkan dengan minuman pagi,
sering kita lihat orang sarapan temannya adalah kopi.

Namun banyak juga dikalangan para pecinta kopi yang lebih suka pada siang dan malam hari.

Dari 3 waktu tersebut kapankah waktu terbaik minum kopi?

 

Kopi Sehat Kopi nganu

Sebelum saya menjelaskan tentang Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi?

saya akan menjelaskan tentang Hormon Kortisol, Apa itu horman Kortisol?

yuk simak penjelasannya di bawah ini.

KORTISOL DAN KOPI

Banyak orang yang mempunyai kebiasaan minum pagi setelah bangun tidur.
Namun beberapa penelitian menyebutkan minum kopi dipagi hari mengurangi efek energi dari kopi itu sendiri,
karna pada pagi hari hormon kortisol sedang pada puncaknya.

 

Apa itu hormon kortisol? 
Hormon kortisol adalah hormon yang dapat meningkatkan tingkat kewaspadaan dan fokus,
hormon ini juga mengatur metabolisme tubuh anda dan juga tekanan darah.

Setiap pagi, hormon kortisol secara alami naik dan mencapai puncaknya 30 menit setelah bangun tidur, dan perlahan menurun sepanjang hari.

 

Kadar kafein didalam kopi dapat meningkatkan hormon kortisol ini,
peningkatan kadar kortisol dalam waktu yang lama akan menimbulkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh anda.

Tingkat kortisol yang tinggu juga dapat mengakibatkan perubahan libido serta siklus menstruasi pada wanita,
beberapa masalah emosional dan gangguan kecemasan atau depresi masih berkaitan erat dengan kadar kortisol yang tinggi.

 

Memang efek ini tidak akan terjadi secara langsung.

Namun belum ada penelitian jangka panjang tentang implikasi kesehatan dari peningkatan kortisol dari minum kopi, selain itu peningkatan kortisol yang diinduksi kafein cenderung berkurang pada orang yang secara teratur mengosumsi kafein.

 

Meski demikian, anda sebaiknya menunda minum kopi setelah beberapa jam dari jam bangun tidur anda ya,
mencegah lebih baik dari mengobati bukan.

 

Nah..

jadi kapan waktu terbaik minum kopi,

Siap-siap ya, saya akan menjelaskannya lebih rinci

KAPAN WAKTU TERBAIK MINUM KOPI..?

Credit: Europosters.fi

Waktu terbaik minum kopi adalah beberapa jam setelah anda bangun pagi,
jika anda bangun pagi biasanya jam 05.0.

maka waktu terbaik minum kopi adalah jam 9.30 atau jam 10.30.

Jika anda mengubah rutinitas kopi pagi anda,
anda akan menemukan bahwa menunda beberapa jam setelah bangun tidur,
tubuh anda akan mendapatkan lebih banyak energi.

 

Pada siang hari sebaiknya anda minum kopi 2 jam setelah makan siang,
biasanya setelah makan siang tubuh terasa mulai tidak fokus dan rasa kantukpun timbul,
karena itu mengonsumsi minuman ini dapat meningkatkan fokus anda kembali.

 

Hal yang perlu diperhatikan adalah jeda antara makan siang dan minum kopinya,
jangan lakukan secara bersamaan atau dalam waktu yang sangat singkat,
beri jeda 2 jam setelah makan ini berguna untuk penyerapan makanan yang kita konsumsi lebih maksimal.

 

Menurut penelitian kombinasi lemak dan kafein secara drastis
dapat meningkatkan gula darah hingga dua kali lipat,
dan jika dilakukan secara terus menerus dapat memicu diabetes.

 

Bagaimana ketika malam hari?
Menurut American Acedemy of Sleep Medicine,
efek stimulasi kafein dari kopi bisa bertahan 3 hingga 5 jam, tergantung orangnya.

Sebagai catatan kopi sebaiknya tidak diminum setelah matahari terbenam,
usahakan minum kopi 6 jam sebelum anda tidur.

 

Kecuali anda akan melakukan aktifitas atau pekerjaan pada malam hari.
Dikarenakan kelebihan kafein  pada jam tidur akan mengurangi efektifitas jam tidur anda.

 

HINDARI KEBIASAAN NGOPI YANG BURUK!

Pada dasarnya minum kopi bisa menyehatkan.
Jika kita minum pada waktu terbaik,
dan kopi bisa jadi masalah, jika anda meminumnya dengan cara yang salah.

 

Berikut ada 5 kebiasaan ngopi yang buruk yang mungking sering anda lakukan.

1.Terlalu Banyak Minum Kopi

 

Seperti yang kita tahu jika sesuatu yang berlebihan itu tidak baik,

Begitu juga dengan ngopi.

 

Minum kopi terlalu banyak dapat menimbulkan efek perut kembung, mual, gelisah dan meningkatnya detak jantung.

Dosis yang tepat untuk kita mengonsumsi kopi sebenarnya berbeda-beda pada setiap orang,
tergantung berat badan, golongan darah, usia dan juga ketahanan tubuh seseorang pada kafein.

 

Berapa banyak kopi yang aman kita konsumsi?

pada keadaan tubuh yang sehat, tubuh dapat mengonsumsi 400 mg kafein setara dengan 4 cangkir (950 ml) dalam sehari.
Rekomendasi ini untuk asupan kafein yang aman, termasuk dari semua sumber kafein tidak hanya dari kafein kopi.

2. Tambahan Gula pada Kopi

Kopi terkenal dengan minuman yang pahit,
tidak sedikit orang menambahkan pemanis buatan untuk campuran dalam kopinnya.

Gula merupakan pemanis yang sering dipakai untuk campuran kopi,
seperti yang kita ketahui terlalu banyak mengonsumsi gula dapat meningkatnya gula darah dalam tubuh.

 

Setiap harinya anda mengosumsi kopi dan gula
bayangkan saja sudah berpa banyak anda menyumbangkan gula dalam tubuh anda,
jika tidak dipantau maka tubuh akan berisiko terkena diabetes.

 

Sebenarnya biji kopi mengandung gula alami didalamnya,
pada saat proses roasting atau pemanggangan,
gula akan terkamelisasi dengan sendirinya.

 

Selain memiliki kandungan gula alami,
biji kopi juga mempunya asam klorogenat yang membakar lemak darah menjadi energi,
itulah kenapa setelah minum kopi anda lebih berenergi dan lebih fokus.

 

Sebaiknya ganti pemanis buatan anda dengan pemanis yang lebih menyehatkan contohnya seperti madu, atau gula aren baca juga artikel tentang apa yang terjadi jika kopi di campur madu

 

3. Kopi dan Rokok

Kopi Arabika Kerinci

Tidak hanya di Indonesia bahkan diseluruh dunia,
kopi manis dan rokok sebagai teman begadang
merupakan kombinasi yang sering kita  lihat,
tahukah anda kebiasaan ini harus anda hindari mulai sekarang.

 

Kopi dan rokok adalah kombinasi yang buruk,
keduanya mengandung zat stimulan yang mempengaruhi aliran darah,
mengonsumsinya secara bersamaan akan memperberat kinerja jantung.

 

Menurut penuturan dr. Arina Heidyana  di Klik Dokter
“Kalau dikonsumsi bersamaan, bisa berbahaya bagi jantung.
Ini karena kandungan nikotin dalam rokok bisa meningkatkan kerja jantung jadi lebih cepat,
sedangkan kafein pada kopi pun sama. Lalu, keduanya juga bisa menimbulkan hipertensi”.

 

Disisilain merokok biasanya menjadi pelepas stres dan kebiasaan sehari-hari,
rokok dapat memberikan perasaan eforia dan rileksasi.

Namun, efek eforia ini bersifat sementara oleh sebab itu
perokok cenderung akan merokok kembali setelah beberapa jam.
Merokok juga terbukti berdampak buruk bagi kesehatan,
ada begitu banyak zat kimia yang berbahaya yang masuk ke dalam tubuh hanya dengan satu hisapan saja.
Sekitar 69 zat diantaranya adalah penyebab kangker.

 

Ada fakta yang menarik,
sebuah penelitian menemukan 86 persen perokok umumnya juga peminum kopi.

Argumen di atas didukung dengan hasil observasi peneliti bidang Psikologi dari University of Missouri yang menunjukkan bahwa kecenderungan untuk merokok meningkat sebesar 55 persen saat minum kopi.

 

Oleh karena itu,
sebaiknya Anda tinggalkan kebiasaan minum kopi sambil merokok.
Akan lebih baik lagi jika Anda berhenti sepenuhnya,
khususnya untuk kebiasaan merokok.
Karena rokok hanya akan membawa dampak buruk bagi kesehatan Anda.

 

4. Terlalu Banyak Krimer

credit : ProductNation

Selain gula, yang harus anda kurangi adalah krimer.

Krimer mengandung bahan-bahan yang tidak sehat jika anda konsumsi setiap hari,
mengonsumsi krimer yang tertalu banyak dapat mempengaruhi kesehatan karena asupan kalori yang berlebih pada tubuh.

 

Karena asupan kalori berlebihan juga dapat menyebabkan obesitas dan berakhir dengan adanya penyakit lain yang mungkin menyertai.

Krimer sendiri mengandung bahan olahan susu (diary) dan tanpa olahan susu (non diary).

 

Krimer yang terbuat dari susu (diary) lebih baik dari pada krimer tanpa olahan susu (non diary) yang terbuat dari sirup jagung dan minyak sayur.

 

Sirup jagung tersebut setara dengan gula dan kalori kosong.

Sedangkan minyak sayur yang terhidrogenasi secara parsial ini merupakan suatu jenis lemak yang berpotensi untuk menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah atau diabetes.

 

Oleh karena itu untuk selalu berhati-hati dalam penggunaan krimer ini,

sebaiknya gunakan susu full cream atau heavy crem dalam kopi anda jika anda tidak suka kopi pahit.

 

5. Mengonsumsi Kopi Instan

mengonsumsi kopi instan setiap hari akan menimbulkan masalah kesehatan,

jika kita perhatikan komposisi pada kemasan kopi instan

 

kalori yang terdapat pada satu cangkirnya sangat tinggi,
berbeda jauh saat kita mengonsumsi dari biji kopi asli.

Dapatkan Biji Kopi 100% Asli tanpa campuran apapun :
Kopi Nganu Roastery

 

Penggunaan pemanis buatan
pada kopi instan jika diminum setiap hari maka akan memicu obesitas atau berat badan berlebih.

Risiko obesitas akibat minum kopi instan akan makin tinggi
jika anda kurang berolah raga dan tidak menerapkan gaya hidup sehat.

 

Ada beberapa kandungan dalam kopi instan yang jika dikonsumsi terlalu sering akan menimbulkan kanker,
yakni gula dan minyak nabati.

Jika kedua kandungan tersebut digabungkan menjadi satu dengan bahan kimia tertentu, risiko kanker bisa meningkat.

Baca juga : 4 Alasan kamu harus berhenti minum kopi instan

Disadur dari berbagai artikel kesehatan dan sumber lainnya;

 

https://www.healthline.com/,
www.friedcoffee.com,
www.alodokter.com

S.E

Bagikan

Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi? Ini Jawaban Ilmiahnya | Kopi Nganu Roastery

Komentar (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Anda Mungkin Suka

Hubungi Kami

Live Chat
  • 0813 7116 2702
  • 0812 7088 3822
  • Jam Kantor: 09.00 – 18.00 wib
  • Jalan Ahmad  Dahlan No. 137 A, Pekanbaru, Riau
  • Layanan Pengaduan:
    0822 8636 8034

Chat via Whatsapp
Admin 1
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Admin 1
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja